TULANG BAWANG — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di SPBU 24.345.27 Cakat Raya, Menggala Timur, kembali memicu keluhan masyarakat.
Dalam beberapa pekan terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan solar pada siang hari karena stok kerap habis sebelum waktunya.
Sejumlah pengendara menilai kondisi ini bukan lagi hal baru. Mereka menduga adanya praktik penyelewengan distribusi BBM subsidi yang dilakukan secara terselubung sehingga solar tidak tersedia bagi konsumen umum pada jam operasional normal.
“Setiap siang datang ke SPBU, hampir selalu tidak ada solar. Tapi anehnya, malam hari banyak mobil yang keluar masuk,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan semakin menguat setelah pantauan awak media melihat aktivitas mencurigakan pada malam hingga menjelang subuh. Beberapa kendaraan jenis Colt Diesel bak terbuka yang dimodifikasi seperti tangki tambahan terlihat hilir mudik di area SPBU.
Tidak hanya itu, mobil angkot yang diduga telah disusun dengan jeriken plastik di bagian dalamnya juga tampak ikut antre pada jam-jam tertentu. Kendaraan jenis ini kerap dikaitkan dengan aktivitas pengecoran BBM subsidi.
Warga menduga praktik tersebut menyebabkan solar seolah habis pada siang hari, sehingga masyarakat umum yang membutuhkan harus membeli ke lokasi lain ataupun menunggu berjam-jam.

Saat tim media mencoba meminta klarifikasi dari pihak pengawas SPBU terkait dugaan aktivitas pengecoran tersebut, petugas yang berwenang tidak berada di lokasi. Upaya konfirmasi ulang juga tidak membuahkan hasil.
Warga bahkan menyebutkan adanya dugaan bekingan dari oknum tertentu, namun informasi ini masih perlu diverifikasi lebih lanjut karena belum terdapat bukti resmi. Masyarakat berharap aparat penegak hukum maupun pihak terkait menindaklanjuti dugaan tersebut secara profesional.
Kelangkaan ini dirasakan semakin merugikan masyarakat Tulang Bawang, terutama sopir angkutan barang, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada BBM subsidi.
“Kami berharap Pertamina segera melakukan pemeriksaan dan menindak tegas jika memang terjadi pelanggaran,” ujar warga lainnya.
Masyarakat menilai pengawasan ketat sangat diperlukan agar BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak jatuh ke tangan pelaku penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat luas.


