HORIZON.COM | LAMPUNG TENGAH – Di tengah berbagai pernyataan dan program pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, publik mulai mempertanyakan kesesuaian antara janji, anggaran, dan realitas yang dirasakan masyarakat di lapangan.
Dalam berbagai kesempatan, Plt Bupati Lampung Tengah menyampaikan visi pembangunan seperti jalan tanpa lubang, Lampung Tengah terang, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. Program-program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat karena dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah.
Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keluhan masih terus bermunculan. Sejumlah ruas jalan di beberapa wilayah masih dilaporkan rusak dan berlubang. Pada malam hari, banyak lampu jalan yang tidak berfungsi sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan pengguna jalan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menilai manfaat pembangunan belum dirasakan secara merata.
Situasi tersebut semakin menjadi sorotan setelah beredarnya dokumen daftar pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah yang menunjukkan adanya pembiayaan daerah bernilai ratusan miliar rupiah yang bersumber dari sejumlah lembaga pembiayaan.
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat: jika anggaran daerah dan pembiayaan pembangunan mencapai angka yang sangat besar, sejauh mana hasilnya telah dirasakan masyarakat?
Publik menilai pertanyaan tersebut wajar disampaikan karena setiap rupiah yang dikelola pemerintah pada dasarnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Transparansi penggunaan anggaran dan pinjaman daerah menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara terbuka program-program yang dibiayai, progres pelaksanaannya, serta manfaat konkret yang telah dirasakan masyarakat.
Masyarakat pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Justru masyarakat mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan daerah. Namun yang diharapkan saat ini adalah realisasi nyata, bukan sekadar narasi dan slogan.
Perlu diingat, saat ini bukan lagi masa kampanye. Kewenangan pemerintahan sudah diberikan, jabatan sudah diemban, dan masyarakat menunggu hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung.
Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai pemimpin dari banyaknya janji yang diucapkan, melainkan dari seberapa besar perubahan yang berhasil diwujudkan.
Lampung Tengah membutuhkan transparansi. Lampung Tengah membutuhkan akuntabilitas. Dan yang paling utama, Lampung Tengah membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar janji.
“Publik bertanya: Kemana anggaran digunakan? Kemana dana pinjaman dialokasikan? Dan kapan hasilnya benar-benar dirasakan rakyat?”
Horizon TV | Menembus Batas • Membuka Fakta • Mengungkap Kebenaran 📢🔥












