Uncategorized

Kritikan Pedas untuk SPPG: Ulat dalam Sayur, Apa yang Terjadi?

109
×

Kritikan Pedas untuk SPPG: Ulat dalam Sayur, Apa yang Terjadi?

Sebarkan artikel ini

HORIZON.ID 23/11/2025. Insiden ulat dalam sayur terong di SDN1 Jati Mulyo, Lampung Selatan, telah memicu kemarahan dan kekecewaan masyarakat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sholawatul Falah Lampung, yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan bergizi di sekolah tersebut, patut dikritik keras.

Bagaimana bisa ulat bisa masuk ke dalam sayur terong yang disajikan kepada siswa? Apakah SPPG tidak memiliki standar kebersihan yang memadai? Apakah mereka tidak memeriksa makanan sebelum disajikan?

Asisten Lapangan (ASLAP) SPPG, Arvin, hanya menyampaikan bahwa mungkin saja kejadian itu hanya kebetulan dan meminta agar berita tersebut tidak dipublikasikan. Apakah ini adalah contoh dari sikap tidak bertanggung jawab?

Kami menuntut SPPG untuk memberikan penjelasan resmi dan transparan tentang insiden ini. Kami juga meminta pemerintah untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan tegas terhadap SPPG jika terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya.

Makanan bergizi adalah hak anak-anak, bukan tempat pembuangan sampah! SPPG harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi dan memastikan bahwa insiden seperti ini tidak terulang lagi.

Insiden ulat dalam sayur terong ini terjadi pada Senin, 17 November 2025, pukul 10:00 WIB, ketika makanan bergizi sedang didistribusikan dari SPPG Yayasan Sholawatul Falah Lampung ke SDN1 Jati Mulyo. Salah satu siswa menemukan ulat dalam sayur terong yang sudah mati dan langsung memberitahu teman-temannya. Seluruh siswa di kelas tersebut berteriak tidak suka dengan makanan itu.

ASLAP SPPG, Arvin, hanya menyampaikan bahwa mungkin saja kejadian itu hanya kebetulan dan meminta agar berita tersebut tidak dipublikasikan. Ia juga meminta bantuan awak media untuk menjaga agar berita ini tidak menyebar.

Kami menuntut SPPG untuk:

– Memberikan penjelasan resmi dan transparan tentang insiden ini
– Mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab
– Meningkatkan standar kebersihan dan kualitas makanan
– Memastikan bahwa insiden seperti ini tidak terulang lagi

Kami juga meminta pemerintah untuk:

– Melakukan investigasi tentang insiden ini
– Mengambil tindakan tegas terhadap SPPG jika terbukti lalai dalam menjalankan tugasnya
– Meningkatkan pengawasan terhadap penyediaan makanan bergizi di sekolah-sekolah

Informasi INDRA SEGALO GALO

Respon (4)

  1. kak saya memahami isi konteksnya tapi saya sebagai orang awam dan menerima fasilitasnya, sangat memaklumi bahwa dengan kapasitas yang sebanyak itu mungkin ada keterbatasan pengawasan, dan saya yakin pasti jadi pembelajaran, jangan menyudutkan satu pihak demi keberlangsungan pekerjaan juga, saya pun memahami dan masi ingin program ini berlanjut jadi mohon bijak memilih kosa kata untuk orang2 awam seperti kami yang belum tentu semua mengerti maksud dan tujuan berita seperti ini, disayangkan kalau programnya bungkus krn kesalahan2 yang masi bisa dievaluasi

    1. Terima kasih atas tanggapan yang diberikan. Namun, saya perlu meluruskan bahwa tujuan penyampaian kritik atau informasi bukanlah untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai prosedur dan tetap akuntabel.
      Memang benar bahwa setiap program memiliki keterbatasan dan selalu ada ruang untuk evaluasi. Tetapi justru karena program ini penting bagi banyak orang, pengawasan dan transparansi harus dijaga agar masyarakat sebagai penerima manfaat tidak dirugikan dan penyelenggara pun tetap dipercaya.
      Penyampaian informasi yang jelas bukan berarti menyalahkan, melainkan sebagai bentuk kontrol publik agar kekurangan dapat segera diperbaiki. Jika ada hal yang tidak sesuai, menyampaikan fakta bukanlah tindakan yang akan “membungkus” program, tetapi justru membantu memperkuatnya.
      Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang apa adanya, bukan yang disaring secara berlebihan. Dengan begitu, evaluasi bisa dilakukan secara objektif dan keberlangsungan program akan semakin kokoh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *