BeritaLAMPUNG

Pelanggan Happy Karaoke Merasa Dijebak, Nota Rp550 Ribu Tapi Ditagih Rp1,2 Juta

303
×

Pelanggan Happy Karaoke Merasa Dijebak, Nota Rp550 Ribu Tapi Ditagih Rp1,2 Juta

Sebarkan artikel ini

HORIZON.COM  | Tulang Bawang— Seorang pelanggan karaoke bernama Yadi mengaku merasa diperas saat melakukan pembayaran di tempat hiburan malam Happy Karaoke. Ia menilai jumlah tagihan yang diminta pihak kasir tidak sesuai dengan rincian penggunaan room dan pesanan yang telah dinikmatinya.

 

Menurut keterangan Yadi, dirinya bersama rekan hanya menggunakan room karaoke selama dua jam dengan tarif Rp100 ribu per jam, sehingga total biaya room sebesar Rp200 ribu. Selain itu, dirinya membeli rokok seharga Rp50 ribu dan satu botol anggur merah senilai Rp100 ribu.

“Jadi total semuanya Rp350 ribu. Untuk LC juga sudah dibayar terpisah,” ujar Yadi kepada awak media. Selasa 19/05

 

Yadi menjelaskan, saat itu dirinya baru dapat melakukan pembayaran melalui transfer sebesar Rp200 ribu karena kekurangan uang tunai. Ia kemudian meminta izin untuk melunasi sisanya belakangan atau dianggap sebagai hutang.

 

Namun, saat hendak membayar kekurangan tersebut, Yadi mengaku terkejut lantaran pihak kasir justru menyampaikan total tagihan mencapai Rp1,5 juta.

 

“Saya kaget karena tiba-tiba tagihannya jadi Rp1,5 juta. Padahal hitungan saya jelas tidak sampai segitu,” katanya.

 

Saat awak media melakukan konfirmasi kepada Dedi Darmawan yang disebut sebagai oknum wartawan sekaligus pihak keamanan di Happy Karaoke, disebutkan bahwa total tagihan sebesar Rp1,2 juta.

 

Akan tetapi, menurut Yadi, dalam nota pembayaran yang diterimanya tercantum nominal pembayaran sebesar Rp550 ribu, sehingga dirinya mempertanyakan adanya perbedaan nominal tagihan tersebut.

“Atas kejadian ini saya merasa dirugikan dan seperti diperas,” ungkapnya.

Yadi pun meminta pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum dan instansi pemerintah, untuk memeriksa legalitas serta kelengkapan dokumen operasional Happy Karaoke. Ia juga menduga adanya pelanggaran terkait penjualan minuman keras di tempat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Happy Karaoke belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Joni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *