?>
Uncategorized

BENDUNG AJI BARU DISOROT, KEMENTERIAN PU TURUN MONITORING — PROPOSAL NORMALISASI DORONG PENGAIRAN 20.000 HEKTARE SAWAH

×

BENDUNG AJI BARU DISOROT, KEMENTERIAN PU TURUN MONITORING — PROPOSAL NORMALISASI DORONG PENGAIRAN 20.000 HEKTARE SAWAH

Sebarkan artikel ini

’

 

LAMPUNG TENGAH — HORIZON TV — Upaya meningkatkan fungsi pengairan pertanian di Kabupaten Lampung Tengah terus didorong melalui pengusulan normalisasi Bendung Aji Baru di Kampung Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha. Pada Sabtu (17/10/2026), rombongan monitoring yang disebut berasal dari unsur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Lampung meninjau langsung lokasi bendung.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kampung Negara Aji Tua, Hendra Wijaya, menyambut rombongan sekaligus menyerahkan proposal permohonan normalisasi Bendung Aji Baru. Usulan itu diharapkan mendapat perhatian pemerintah pusat karena bendung tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengairan lahan pertanian masyarakat.

Monitoring lapangan menjadi kesempatan untuk melihat kondisi bendung serta mendengarkan kebutuhan yang disampaikan pemerintah kampung. Masyarakat kini berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kajian teknis, penetapan program, dan dukungan anggaran sesuai mekanisme yang berlaku.

Rombongan Monitoring Bendung Aji Baru

Berdasarkan informasi kegiatan yang disampaikan kepada HORIZON TV, rombongan monitoring melibatkan sejumlah petugas, yakni Subekti, yang disebut sebagai Dirjen atau perwakilan dari unsur Kementerian PU; Samuel, disebut menjabat sebagai Kasi; Welson Sianipar, disebut sebagai Kabid; Eka, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK); Ketua UPI; serta Agung, yang disebut sebagai pelaksana bendungan.

Rombongan tersebut meninjau Bendung Aji Baru dan mendengarkan penjelasan mengenai usulan normalisasi. Penulisan nama dan jabatan di atas mengikuti informasi kegiatan yang diterima redaksi.

Proposal Resmi Diajukan kepada Kementerian PU

Berdasarkan dokumen yang diterima HORIZON TV, Pemerintah Kampung Negara Aji Tua telah mengajukan permohonan melalui surat Nomor 145/167/PNB-NAT/IX/2026, tertanggal 25 Agustus 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), c.q. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, di Jakarta.

Proposal itu menyebut Bendung Aji Baru dibangun pada 1982 dan diresmikan pada 1986. Dalam dokumen tersebut, pemerintah kampung menyampaikan bahwa bendung belum pernah dinormalisasi sejak dibangun.

Penumpukan sedimentasi berupa pasir, lumpur, tumbuhan, dan pepohonan disebut menyebabkan pendangkalan serta penurunan debit air. Kondisi itu dinilai menyulitkan distribusi air untuk menjangkau persawahan dari wilayah hulu hingga hilir.

Atas dasar tersebut, normalisasi diusulkan untuk mengurangi sedimentasi dan mengoptimalkan kembali fungsi bendung bagi kebutuhan pengairan pertanian.

Dokumen proposal ditandatangani Kepala Kampung Negara Aji Tua, Hendra Wijaya, serta memuat pengesahan yang tercantum atas nama Camat Anak Tuha, Gafur Akbar, S.H., M.H., dan Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos.

Proposal Sebut Potensi Layanan 20.000 Hektare Sawah

Salah satu poin penting dalam proposal adalah potensi layanan pengairan bagi lahan persawahan. Dokumen tersebut mencantumkan luas Bendung Aji Baru sekitar 41 hektare.

Proposal juga menyebut potensi layanan sekitar 20.000 hektare sawah, dengan sekitar 14.000 hektare disebut telah terairi, sedangkan 6.000 hektare lainnya masih berupa sawah tadah hujan.

Angka tersebut menjadi bagian dari alasan pengusulan normalisasi. Apabila didukung hasil kajian teknis, optimalisasi bendung diharapkan dapat meningkatkan fungsi pengairan dan mendukung produktivitas pertanian.

Proposal turut mencantumkan tujuh kecamatan yang disebut berkaitan dengan wilayah persawahan, yaitu:

1. Anak Tuha.
2. Seputih Agung.
3. Terbanggi Besar.
4. Gunung Sugih.
5. Seputih Mataram.
6. Bandar Mataram.
7. Way Pengubuan.

Adapun lima UPTD yang tercantum dalam dokumen ialah Bendung Aji Baru, Seputih Agung, Terbanggi Besar, Seputih Mataram, dan Bandar Mataram.

Data luas bendung, luas persawahan, serta cakupan layanan irigasi tersebut bersumber dari proposal pemerintah kampung dan masih perlu mengacu pada verifikasi teknis instansi berwenang.

Kementerian PU Sebut Ada Potensi Sawah yang Dapat Diairi

Dalam wawancara di lokasi, seorang perwakilan yang disebut berasal dari unsur Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU menjelaskan bahwa monitoring dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus menilai usulan yang disampaikan pihak balai.

Perwakilan tersebut menyampaikan bahwa masih terdapat potensi lahan persawahan yang dapat diairi apabila sistem irigasi dibenahi. Ia juga menyatakan bahwa usulan tersebut telah dipahami dan diharapkan dapat diperjuangkan agar direalisasikan.

Namun, pelaksanaan pekerjaan tetap berkaitan dengan proses pengusulan dan mekanisme penganggaran pemerintah. Karena itu, kegiatan monitoring belum dapat diartikan sebagai keputusan final bahwa normalisasi telah disetujui atau anggarannya sudah tersedia.

BBWS Sebut Lokasi Tidak Membutuhkan Pembebasan Lahan

Dalam wawancara terpisah, seorang staf yang disebut berasal dari BBWS Mesuji Sekampung menyampaikan bahwa lokasi yang diusulkan dinilai telah tersedia dan aman sehingga, menurut keterangannya, tidak memerlukan pembebasan lahan.

Keterangan tersebut menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses penyiapan pekerjaan. Status lahan, batas lokasi, ruang lingkup pekerjaan, dan kesiapan teknis tetap menjadi bagian penting yang perlu dipastikan sebelum pelaksanaan.

Dengan adanya monitoring, kondisi lapangan dan kebutuhan yang disampaikan pemerintah kampung diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses evaluasi berikutnya.

Normalisasi Ditargetkan Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Dalam bagian tujuan proposal, Pemerintah Kampung Negara Aji Tua mencantumkan sejumlah manfaat yang diharapkan dari normalisasi Bendung Aji Baru.

Salah satunya adalah meningkatkan hasil panen dan mendukung swasembada pangan. Proposal menargetkan masa tanam padi dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun, dengan catatan pencapaiannya bergantung pada ketersediaan air, kondisi jaringan irigasi, dan hasil penanganan teknis.

Selain itu, normalisasi diharapkan dapat memperlancar aliran air pada saluran irigasi dari hulu ke hilir serta memperbaiki saluran yang mengalami pendangkalan atau kerusakan.

Tujuan lain yang tercantum dalam proposal meliputi penataan lingkungan agar tidak kotor dan kumuh, memberikan rasa aman bagi warga, mengembangkan wisata air, mendukung budidaya ikan air tawar, serta menjadikan Bendung Aji Baru sebagai ikon Kecamatan Anak Tuha.

Seluruh poin tersebut merupakan sasaran yang diajukan dalam proposal, bukan manfaat yang sudah terealisasi. Pencapaiannya akan bergantung pada kajian teknis, ketersediaan sarana pendukung, pengelolaan, dan dukungan anggaran.

Mendukung Ketahanan Pangan dan Harapan Masyarakat

Pemerintah kampung mengaitkan usulan normalisasi Bendung Aji Baru dengan upaya mendukung swasembada pangan dan visi Indonesia Emas 2045.

Bagi masyarakat, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pertanian. Karena itu, normalisasi diharapkan mampu membantu mengoptimalkan fungsi bendung dan memperbaiki layanan pengairan bagi lahan persawahan yang membutuhkan.

Meski demikian, manfaat yang dapat dicapai perlu ditentukan berdasarkan kondisi aktual bendung, jaringan irigasi, kebutuhan air, dan hasil evaluasi instansi teknis.

Masyarakat Menanti Tindak Lanjut

Monitoring Bendung Aji Baru dan penyerahan proposal menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kampung Negara Aji Tua mendorong perhatian terhadap kebutuhan pengairan pertanian di Lampung Tengah.

Masyarakat berharap usulan tersebut tidak berhenti pada peninjauan lapangan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui tahapan yang jelas, mulai dari evaluasi teknis hingga penetapan program dan dukungan anggaran sesuai ketentuan.

HORIZON TV akan terus mengawal perkembangan usulan normalisasi Bendung Aji Baru demi mendorong keterbukaan informasi dan memastikan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian yang semestinya.

Harapan masyarakat sederhana: Bendung Aji Baru dapat ditangani secara terukur agar fungsi pengairannya semakin optimal dan manfaatnya dapat dirasakan oleh sektor pertanian.

HORIZON TV
Menembus Batas | Membuka Fakta | Mengungkap Kebenaran

Pimpinan Redaksi: Roni Rifendra

?>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>
?>