BeritaLAMPUNG

NOMOR URUT’ DAN FITNAH BIROKRASI MENGAPA SDN 01 WARGA INDAH JAYA DIBIARKAN AMBRUK OLEH KADIS PENDIDIKAN?

56
×

NOMOR URUT’ DAN FITNAH BIROKRASI MENGAPA SDN 01 WARGA INDAH JAYA DIBIARKAN AMBRUK OLEH KADIS PENDIDIKAN?

Sebarkan artikel ini

HORIZON.COM | TULANG BAWANG – Tabir gelap di balik rusaknya SD Negeri 01 Warga Indah Jaya akhirnya tersingkap. Bukan karena ketiadaan anggaran, melainkan diduga akibat diskriminasi struktural dan kebohongan sistematis yang dilakukan oleh oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang. Di bawah kepemimpinan M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S.Kom., M.M., nasib ratusan siswa seolah dijadikan barang dagangan politik, sementara nyawa mereka dipertaruhkan di bawah atap yang nyaris roboh.

Keangkuhan birokrasi memuncak saat laporan kondisi sekolah dituding sebagai “hasil editan” atau rekayasa. Tuduhan ini adalah tamparan keras bagi guru-guru senior yang telah mengabdi puluhan tahun. Seorang guru senior dengan tegas menyatakan, “Saya ini orang tua, tinggal 5 tahun lagi pensiun. Untuk apa saya bohong? Foto sudah diambil dari depan, belakang, samping, hingga lokasi kosong oleh bendahara.

Kalau dibilang editan, itu penghinaan murni untuk menutupi kemalasan dinas!” Pernyataan ini membongkar upaya oknum dinas untuk mencuci tangan dari laporan maut yang sudah masuk sejak tahun 2023.

Jejak digital menunjukkan bahwa oknum dinas berinisial Ferry dan Nanang sudah pernah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran tanah. Namun, hasil pengukuran tersebut seolah “menguap” ditelan bumi. Alibi sedang berada di Jakarta untuk “mengurus anggaran” kini dicurigai sebagai taktik mengulur waktu (buying time).

Pasalnya, setiap usulan pusat wajib memiliki ID Usulan KRISNA. Jika dinas tidak mampu menunjukkan nomor tersebut, maka perjalanan ke Jakarta hanyalah pelesiran menggunakan uang negara, sementara SDN 01 Warga Indah Jaya tetap dibiarkan hancur.

Fakta mengejutkan terungkap mengenai permainan skala prioritas. Di saat SDN 01 Warga Indah Jaya yang kondisinya paling darurat justru didepak ke Nomor Urut 15, terdapat 10 sekolah lain yang secara misterius naik ke “Nomor Urut 10” dan mendapatkan bantuan renovasi terlebih dahulu.

Ada apa dengan mekanisme penentuan prioritas di meja Kadis Pendidikan? Mengapa sekolah yang nyaris ambruk sengaja dilompati? Ini menguatkan dugaan adanya praktik “tebang pilih” atau nepotisme dalam alokasi dana DAK Fisik dan APBD.

Upaya pengalihan isu mulai dilakukan dengan menanyakan lahan kosong untuk pembangunan PAUD. Namun, masyarakat tetap teguh: perbaiki dulu gedung SD yang mau ambruk! Mencoba membangun gedung baru di atas lahan kosong sementara gedung lama yang ditempati siswa nyaris menelan korban adalah logika birokrasi yang sesat. Pihak sekolah memperingatkan bahwa jika terjadi bencana robohnya bangunan, tanggung jawab hukum sepenuhnya ada di tangan Kadis Pendidikan dan jajarannya yang telah mengabaikan peringatan sejak 2023.

Kini bola panas berada di tangan Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. Publik mendesak agar Kadis Pendidikan segera diperiksa secara khusus oleh Inspektorat. Tidak ada ruang bagi pejabat yang hobi
‘NOMOR URUT’ DAN FITNAH BIROKRASI – MENGAPA SDN 01 WARGA INDAH JAYA DIBIARKAN AMBRUK OLEH KADIS PENDIDIKAN?
TULANG BAWANG – Tabir gelap di balik rusaknya SD Negeri 01 Warga Indah Jaya akhirnya tersingkap. Bukan karena ketiadaan anggaran, melainkan diduga akibat diskriminasi struktural dan kebohongan sistematis yang dilakukan oleh oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang. Di bawah kepemimpinan M. Ami Iswandi Ismed Balaw, S.Kom., M.M., nasib ratusan siswa seolah dijadikan barang dagangan politik, sementara nyawa mereka dipertaruhkan di bawah atap yang nyaris roboh.

Keangkuhan birokrasi memuncak saat laporan kondisi sekolah dituding sebagai “hasil editan” atau rekayasa. Tuduhan ini adalah tamparan keras bagi guru-guru senior yang telah mengabdi puluhan tahun. Seorang guru senior dengan tegas menyatakan, “Saya ini orang tua, tinggal 5 tahun lagi pensiun. Untuk apa saya bohong? Foto sudah diambil dari depan, belakang, samping, hingga lokasi kosong oleh bendahara. Kalau dibilang editan, itu penghinaan murni untuk menutupi kemalasan dinas!” Pernyataan ini membongkar upaya oknum dinas untuk mencuci tangan dari laporan maut yang sudah masuk sejak tahun 2023.

Jejak digital menunjukkan bahwa oknum dinas berinisial Ferry dan Nanang sudah pernah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran tanah. Namun, hasil pengukuran tersebut seolah “menguap” ditelan bumi. Alibi sedang berada di Jakarta untuk “mengurus anggaran” kini dicurigai sebagai taktik mengulur waktu (buying time). Pasalnya, setiap usulan pusat wajib memiliki ID Usulan KRISNA. Jika dinas tidak mampu menunjukkan nomor tersebut, maka perjalanan ke Jakarta hanyalah pelesiran menggunakan uang negara, sementara SDN 01 Warga Indah Jaya tetap dibiarkan hancur.

Fakta mengejutkan terungkap mengenai permainan skala prioritas. Di saat SDN 01 Warga Indah Jaya yang kondisinya paling darurat justru didepak ke Nomor Urut 15, terdapat 10 sekolah lain yang secara misterius naik ke “Nomor Urut 10” dan mendapatkan bantuan renovasi terlebih dahulu. Ada apa dengan mekanisme penentuan prioritas di meja Kadis Pendidikan? Mengapa sekolah yang nyaris ambruk sengaja dilompati? Ini menguatkan dugaan adanya praktik “tebang pilih” atau nepotisme dalam alokasi dana DAK Fisik dan APBD.
Upaya pengalihan isu mulai dilakukan dengan menanyakan lahan kosong untuk pembangunan PAUD. Namun, masyarakat tetap teguh: perbaiki dulu gedung SD yang mau ambruk! Mencoba membangun gedung baru di atas lahan kosong sementara gedung lama yang ditempati siswa nyaris menelan korban adalah logika birokrasi yang sesat. Pihak sekolah memperingatkan bahwa jika terjadi bencana robohnya bangunan, tanggung jawab hukum sepenuhnya ada di tangan Kadis Pendidikan dan jajarannya yang telah mengabaikan peringatan sejak 2023.

Kini bola panas berada di tangan Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. Publik mendesak agar Kadis Pendidikan segera diperiksa secara khusus oleh Inspektorat. Tidak ada ruang bagi pejabat yang hobi berbohong dan menuding rakyatnya melakukan rekayasa foto. Sebelum jatuh korban jiwa, sebelum maut menjemput siswa di ruang kelas, hukum harus ditegakkan. Pecat oknum yang bermain dengan nyawa anak didik, dan segera turunkan anggaran renovasi tanpa syarat!
(TIM INVESTIGASI SEGHAYONEWS.CO) dan menuding rakyatnya melakukan rekayasa foto.

Sebelum jatuh korban jiwa, sebelum maut menjemput siswa di ruang kelas, hukum harus ditegakkan. Pecat oknum yang bermain dengan nyawa anak didik, dan segera turunkan anggaran renovasi tanpa syarat!
(TIM INVESTIGASI SEGHAYONEWS.COM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *