HORIZON.COM | Lampung Tengah –
Perpindahan sejumlah kader, maupun senior Partai besar ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terjadi jelang 2026, hal itu didorong oleh faktor sosok mantan Presiden RI, Jokowi Widodo, (Jokowi) dan figur Ahmad Ali yang menjadi magnet.
Sosok “Jokowi Effect” dan “Ahmad Ali Effect” yang membuat popularitas PSI yang meningkat, serta didukung oleh figur sentral, membuat partai ini semakin menarik bagi kader yang mencari peluang karier baru, baik di tingkat DPP hingga tingkat DPC.
Salah satunya adalah mantan kader Dewan Pimpinan Cabang Partai kebangkitan Kebangsaan, (DPC PKB) Kabupaten Lampung Tengah, Kh. Slamet Anwar,.S.Pd.l yang menyebut perpindahannya ke PSI merupakan dinamika politik, dan adanya sosok mantan Presiden, Jokowi sebagai figur central.
“Ya, saya hanya ingin mencari sesuatu yang baru saja, sementara kalau di PKB kan saya sudah lama. Jadi tidak ada hal-hal yang lain, hubungan saya selama menjadi kader PKB baik-baik saja,” ujar Yai Slamet sapaan akrabnya, saat di konfirmasi soal perpindahannya ke PSl, Sabtu (11/4/2026).
Yai Slamet menyebut, bahwa dengan perpindahan dirinya ke PSI berharap dapat memberi kontribusi dan warna di Partai yang di Ketuai oleh Kaesang Pangarep yang merupakan anak Jokowi. Artinya, bukan karena adanya perasaan tidak lagi dianggap atau minim jabatan di PKB.
“Saya menganggap ini sebagai strategi politik jangka panjang untuk memperkuat posisi PSI dari tingkat kabupaten hingga tingkat Nasional, dan alhamdulilah saya di percaya PSI untuk memimpin di Kabupaten Lampung Tengah ini,” ungkapnya.
Diketahui, mantan kader DPC PKB Kab.Lamteng ini di gadang-gadang sebagai leader PSI di Kab.Lamteng.
Sementara perkembangan politik saat ini begitu dinamis, dan sangat signifikan terkait perpindahan kader, atau tokoh partai lain ke Partai Solidaritas lndonesia, (PSI) .
Hijrahnya kader partai lain ke PSI beralasan adanya sosok mantan Presiden Jokowi yang menjadi daya tarik bagi kader partai lain untuk bergabung. ,(red)












