BeritaLAMPUNG

Panas! Sengketa Lahan Memuncak, PT BW Tetap Panen Sawit di Anak Tuha, Warga Sebut Dikawal Diduga Aparat

34
×

Panas! Sengketa Lahan Memuncak, PT BW Tetap Panen Sawit di Anak Tuha, Warga Sebut Dikawal Diduga Aparat

Sebarkan artikel ini

HORIZON.COM | Lampung Tengah — Konflik sengketa lahan antara PT BW dan masyarakat di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, kembali memanas. Ketegangan meningkat setelah perusahaan tetap melakukan aktivitas panen sawit di lahan yang masih disengketakan dengan warga dari tiga kampung, yakni Kampung Bumi Aji, Kampung Negara Aji Tua, dan Kampung Negara Aji Baru.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan mendalam atas tindakan perusahaan yang dinilai mengabaikan klaim masyarakat atas tanah ulayat. Ia menyebutkan, sebelumnya warga telah menduduki lahan tersebut dan mendirikan kem untuk melakukan penjagaan secara bergantian.

“Kami sudah mendirikan kem di lokasi untuk berjaga. Warga dari tiga kampung terus melakukan penjagaan demi mempertahankan hak atas tanah ini,” ujarnya.

Situasi kian memanas ketika aktivitas panen sawit yang dilakukan perusahaan disebut-sebut mendapat pengawalan dari pihak yang diduga merupakan anggota kepolisian. Menurut warga, kehadiran pengawalan tersebut membuat masyarakat merasa tertekan dan khawatir akan potensi konflik di lapangan.

“Saat mereka beroperasi, perusahaan juga menurunkan yang diduga aparat kepolisian untuk mengawal proses panen di lahan yang masih dalam sengketa,” ungkapnya.

Warga menegaskan, mereka tidak ingin dibenturkan dengan aparat dan meminta perusahaan mematuhi aturan serta menghormati proses hukum yang berjalan.

“Kami masyarakat meminta kepada perusahaan agar mengikuti aturan yang ada dan jangan membenturkan kami dengan aparat,” tegasnya.

Selain itu, warga menilai aktivitas panen yang dilakukan tanpa pemberitahuan dan tanpa kejelasan hukum justru semakin memperkeruh suasana.

“Kami sangat kecewa. Perusahaan kembali memanen sawit tanpa ada pemberitahuan dan tanpa kejelasan hukum yang sah,” tambahnya.

Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum agar bersikap netral dan segera turun tangan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memediasi konflik antara warga dan perusahaan.

“Kami minta aparat penegak hukum segera bertindak, menjaga, dan memediasi persoalan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Warga juga meminta PT BW menghentikan sementara seluruh aktivitas di lahan sengketa hingga ada keputusan hukum yang jelas.

“Kami meminta perusahaan mengikuti aturan dan menunggu keputusan. Jika tidak diindahkan, maka jangan salahkan kami sebagai masyarakat yang memperjuangkan tanah ulayat kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BW belum memberikan keterangan resmi dan belum dapat dikonfirmasi terkait aktivitas panen sawit di lahan sengketa tersebut, termasuk dugaan adanya pengawalan aparat saat kegiatan berlangsung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *